Milk must be sterilized before it can be drunk by people. Many customers often ask about pasteurization and high-temperature sterilization when purchasing a yogurt production line. Which effect is better? What is the difference between the two methods? Let me introduce you to these two methods and their advantages and disadvantages.
Pasteurisasi:
Pengantar metode:
Pasteurisasi, juga dikenal sebagai sterilisasi suhu rendah, menggunakan suhu yang lebih rendah untuk membunuh bakteri. Metode sterilisasi adalah memanaskan susu hingga 75 ℃ selama 15 detik atau 62-65 ℃ selama 30 menit. Metode ini dapat secara efektif membunuh patogen pertumbuhan, bukan spora.
Waktu penyimpanan:
Karena aktivitas spora akan dihambat di bawah 4 ℃, tidak akan membahayakan tubuh manusia. Oleh karena itu, susu pasteurisasi harus disimpan dalam lemari es pada suhu 0-4 ℃. Umur simpannya juga sangat singkat. Karena berbagai metode kemasan, susu dapat diawetkan selama 2-15 hari.
Kehilangan nutrisi:
Mineral, laktosa, protein, dan nutrisi lainnya tidak akan banyak terpengaruh. Tetapi vitamin B kelompok akan mengalami kehilangan tertentu, tingkat kehilangan berkisar antara 8% – 12%. Demikian pula, vitamin C akan kehilangan sekitar 20% – 25%. Tetapi susu bukan sumber utama vitamin manusia, jadi jangan terlalu khawatir.
Kemasan:
Sebagian besar susu pasteurisasi di pasaran dikemas dalam botol kaca, kantong plastik, Tetra Pak, dll. Secara umum, umur simpan susu yang dikemas dalam botol kaca dan kantong plastik relatif singkat, hanya dapat diawetkan selama dua hari. Waktu penyimpanan susu yang dikemas dengan Tetra Pak akan lebih lama, biasanya sekitar 7-15 hari.

Keunggulan:
Kualitas susu relatif segar, dan kehilangan nutrisi lebih sedikit.
Kekurangan:
Kondisi penyimpanan terbatas dan tidak praktis untuk dilakukan.
Sterilisasi suhu tinggi ultra:
Pengantar metode:
Susu UHT juga disebut susu penyimpanan suhu normal, yang biasanya disterilkan pada suhu 135-140 ℃ selama 4-15 detik. Spora dan patogen akan diinaktivasi pada suhu ini.
Waktu penyimpanan:
Dapat disimpan selama lebih dari 30 hari pada suhu normal.

Kehilangan nutrisi:
Vitamin B kelompok akan kehilangan sekitar 30%-40%, vitamin C akan kehilangan 20%-25%. Laktosa mengalami tingkat pemanggangan tertentu dan protein whey rusak.
Kemasan:
Tetra Pak adalah kemasan umum di pasaran.
Keunggulan:
Disinfeksi lengkap, nyaman untuk diminum, dan penyimpanan.
Kekurangan:
Kehilangan nutrisi lebih banyak, tetapi akan memakan waktu lebih lama untuk dipasarkan.
This line produksi yogurt uses the pasteurization method. In addition, nutritionists point out that both pasteurized milk and UHT milk are the main sources of dietary calcium in daily life. The Chinese Dietary Guidelines recommend that you should consume 300 grams per day or a comparable amount of dairy products.


